Sebuah Kerajaan Atau Negara Selalu Bangun Di Atas Pertumpahan Darah

Posted by Ganas003 on Oktober 20, 2019 in
Kerajaan atau negara pada fungsi asalnya ialah sebuah bentuk manajemen yang melindungi kepentingan rakyat supaya terjaga dari gangguan dan meningkatkan kesejahteraannya. Akan tetapi terkadang pada praktiknya negara hanya mensejahterakan para petingginya saja yang bertolak belakang pada fungsi asalnya.
 Kerajaan atau negara pada fungsi asalnya ialah sebuah bentuk manajemen yang melindung Sebuah Kerajaan atau Negara Selalu Berdiri di Atas Pertumpahan Darah
perang sipil
Sebuah negara atau kerajaan hampir 100% dalam pembentukannya atau perjalanannya terjadi pertumpahan darah. Baik lantaran berperang dengan pihak agresor atau perang saudara yang terjadi dalam negara tersebut dan sanggup dikatakan perang sipil. Pertumpahan darah dalam sebuah negara atau kerajaan tidaklah sanggup dihindari lantaran itulah sebuah realita.

Dalam sebuah negara atau kancah politik bila memihak yang benar atau yang salah niscaya akan menjadi korban. Kaprikornus bila tidak ingin menjadi korban maka janganlah mendekati hal hal tersebut, cukup menjadi rakyat biasa saja. Masalah tersebut dibuktikan dengan beberapa bencana yang sudah terjadi di banyak negara dan kerajaan.

Pikirkanlah secara matang dan jangan ikut ikutan dikala kita mengikuti dalam kancah politik di sebuah negara. Karena risiko yang kita dapatkan sangatlah besar dan mungkin kita tidak membayangkan sebelumnya. Korban dari politik dalam sebuah negara tidaklah mengenal siapapun, baik itu orang terpandang atau orang biasa, semuanya sanggup menjadi korban.

Untuk itu bila kita ingin selamat dan hidup sejahtera berhati hatilah dalam berkecimpung dalam dunia politik negara. Peperangan tersebut terjadi bukan hanya di negara kecil saja akan tetapi juga terjadi di negara besar. Salah satunya negara amerika yang pernah mengalami peperangan saudara yang mengerikan dan memakan jutaan korban.

Peperangan tersebut disebabkan oleh perbedaan pendapat wacana persoalan perbudakan yang terjadi di negara tersebut. Dalam negara tersebut terjadi dua kubu yaitu amerika utara yang ingin menghapuskan perbudakan dan amerika selatan yang ingin mempertahankan perbudakan. Terjadilah peperangan yang besar dan memakan banyak biaya yang risikonya dimenangkan oleh pihak amerika utara.

Selain di negara amerika perang sipil juga terjadi di negara besar lainnya, yaitu di negara perancis, jerman dan italia yang memakan korban tidak sedikit. Pihak yang benar atau yang salah tetap akan ada korbannya, sehingga bila ingin tidak menjadi korban maka jauhilah dunia politik. Seorang insan hanya sanggup berusaha dan pasrah, lantaran tidak sanggup memilih hasil akhirnya.