Gunakan Flexible Working Hours Untuk Kerja Lebih Fleksibel

Perkembangan zaman menuntut pola kerja berubah banyak, khususnya dalam jam kerja sehari-hari. Dulu, mungkin banyak karyawan yang masih betah bekerja selama 8 jam dini kantor. Kini tidak demikian. Karyawan generasi milenial dan generasi Z mulai mendobrak aturan kerja selama 8 jam di kantor tersebut. Banyak dari karyawan muda mulai menyukai jam kerja fleksibel atau flexible working hours.

Flexible Working Hours

Apa Itu Flexible Working Hours?

Apakah pernah terbesit di pikiran Anda apa itu bekerja secara fleksibel? Flexible working hours adalah pola jam kerja yang memberi keleluasaan kepada karyawan untuk mengatur jam kerja mereka sendiri di mana saja dan kapan saja. Yang penting, semua tugas wajib karyawan terselesaikan

Meskipun bebas, jam kerja yang dipakai tetap berdasarkan UU Ketenagakerjaan, yakni 40 jam dalam seminggu. Jadi, jika karyawan hanya ingin bekerja selama 4 kali dalam seminggu, karyawan harus bekerja selama 10 jam sehari. Sistem flexible working hours biasa digunakan di perusahaan rintisan atau startup yang didominasi anak muda.

Apa Saja Manfaat Implementasi Flexible Working Hours?

Munculnya pola flexible working hour dinilai dapat merubah tata jam kerja yang awalnya monoton menjadi lebih fleksibel tetapi tetap bertanggung jawab. Sehingga penerapan pola ini juga akan membawa manfaat tersendiri dalam lingkungan kerja.

  • Karyawan bisa lebih bahagia dan produktif selama bekerja
  • Sarana promosi bagi kandidat unggulan
  • Meningkatkan kualitas kinerja karyawan
  • Mendorong lingkungan kerja yang jauh menyenangkan
  • Membuat rasa bangga dan loyalitas tumbuh dalam diri karyawan

Bagaimana Cara Menerapkan Flexible Working Hours?

Menerapkan jam kerja secara fleksibel memang memiliki banyak manfaat. Namun, perusahaan tidak bisa tergesa-gesa dan langsung menerapkannya tanpa perencanaan yang matang. Sebab, tidak semua perusahaan dapat beradaptasi menggunakan sistem ini.

  1. Sosialisasikan kepada karyawan bahwa jam kerja fleksibel bukanlah ajang untuk bersantai selama jam kerja. Karyawan tetap bertanggung jawab terhadap pekerjaannya walau tidak berada di kantor pada hari tertentu.
  2. Pantau perkembangan kinerja dan tugas karyawan secara kontinu. Jika ditemukan perubahan dalam kualitas kerja, segera komunikasikan kepada karyawan bersangkutan agar tidak mengganggu progress yang berlangsung.
  3. Catat kehadiran dan selesai kerja karyawan dengan tepat. Untuk dapat melakukannya, HRD bisa memanfaatkan time management system yang banyak tersedia di luar sana. Salah satunya adalah dari LinovHR.
  4. Tetap jaga komunikasi dan hubungan dengan karyawan meskipun karyawan tidak ke kantor setiap hari. Hal ini berguna untuk menjaga relasi antara karyawan dan perusahaan.

Itulah pembahasan singkat mengenai apa itu flexible working hours. Penerapan flexible working hours dapat meningkatkan kualitas kinerja karyawan yang tadinya biasa saja karena suasana yang monoton menjadi lebih unggul berkat suasana kerja yang fleksibel. Nantinya, hal ini pun juga akan menguntungkan perusahaan baik dari sisi perkembangan bisnis dan pengelolaan karyawan. Semoga membantu!

Gaya Hidup Passion